Hanoi Biennale 2025 Tiba di Da Lat dalam Pameran 'Ký ức các thành phố'
Perjalanan Melalui Kenangan di Hati Da Lat
Pada sore hari 18 April, kota Da Lat menyambut perjalanan artistik unik dengan pembukaan pameran 'Ký ức các thành phố' (‘Kenangan Kota’) sepanjang koridor seni Jalan Ly Tu Trong. Acara ini, yang diselenggarakan oleh penyelenggara Hanoi Biennale 2025, membawa hampir 200 karya seni terpilih dari biennale ke kota pegunungan, menciptakan jembatan antara Hanoi dan Da Lat melalui lensa kenangan dan kehidupan perkotaan. Pameran ini diharapkan berlangsung hingga awal Juni 2026, mengubah jalan-jalan indah Da Lat menjadi galeri hidup.
Pameran ini mengundang pengunjung untuk merefleksikan irama sehari-hari kehidupan kota, dari jalan-jalan yang familiar dan rutinitas sehari-hari hingga perubahan halus dalam lanskap perkotaan dan evolusi manusia dari waktu ke waktu. Menurut penyelenggara, karya seni tidak memaksakan interpretasi berat tetapi malah bertujuan untuk membangkitkan koneksi pribadi, memungkinkan setiap penonton untuk merefleksikan kenangan mereka sendiri. Seperti yang dikatakan seorang pengunjung, 'Ini seperti berjalan melalui jalan yang familiar lagi, tetapi di tempat yang sama sekali berbeda.'
Pameran ini tidak hanya merupakan penghormatan kepada warisan artistik Hanoi Biennale tetapi juga perayaan pengalaman manusia bersama dalam kehidupan perkotaan. Karya seni menangkap momen-momen sunyi kehidupan sehari-hari, perubahan halus dalam lanskap kota, dan bobot emosional kenangan. Bagi penduduk setempat, pameran ini terasa sangat resonan, karena menggaungkan atmosfer nostalgis yang Da Lat kenal — kota di mana waktu tampaknya bergerak lebih lambat, dan kenangan masih bertahan.
Ketika karya seni melakukan perjalanan dari Hanoi ke Da Lat, mereka membawa dengan mereka cerita tentang kota yang telah berubah, tetapi masih sangat terhubung dengan masa lalunya. Bagi masyarakat Da Lat, pameran ini bukan hanya acara artistik — ini adalah pengingat tentang keindahan kenangan dan kekuatan seni untuk menjembatani jarak, baik fisik maupun emosional.
Ini adalah kesempatan langka bagi pengunjung dan penduduk untuk mengalami fusi dua kota melalui bahasa seni.