Kabut dan piksel, hujan neon, kota dataran tinggi dalam bingkai masa depan.
Dentuman bassnya begitu ungu hingga aku akan muak dengan siaran satelit.
Sepeda motor bagaikan pancaran laser, kedai kopi dengan mimpi berbingkai krom.
Udara pegunungan namun tetap modern dan kekinian. Jiwa klasik dengan dominasi masa depan.
808 di bawah langit bambu, keajaiban terpantul di mata kita
Saat analog bertemu digital, alur musiknya menjadi mistis.
Neon funk di malam yang terang benderang, Retro soul dalam cahaya laser.
Dentuman bass mengalir melalui aliran data, ritme Highland mencuri perhatian.
Dari lembah ke awan Naikkan volumenya, buatlah keras
Suara masa depan, percikan klasik Menerangi kegelapan gunung
Kotak bicara berbisik goyangan robot Berjalan gitar dalam penundaan
Nada-nada bagaikan debu bintang di tengah kabut, setiap ketukan terlalu ketat untuk dilewatkan.
Kabut menyelimuti Kota LED yang bergerak secara elektrik.
Dinding kafe tua masih utuh, tetapi sekarang bersinar dengan dampak gaya funky.
Rasakan denyut nadi itu di pembuluh darahmu, saatnya kita berlari menembus kobaran api.
Saat hentakan musiknya terasa mantap dan menghentak, kau berdansa di bawah cahaya neon.
Nuansa neon yang funky di malam yang terang, kabut perak dalam cahaya ungu.
Future bounce, classic snap Highland city on the map
Panas digital, jiwa analog. Biarkan gunung itu mengambil kendali.
Ketika garis dasar tumpang tindih, Waktu itu sendiri mungkin runtuh.
Masa lalu dan masa depan berdampingan. Nuansa klasik berpadu dengan kebanggaan dunia maya.
Dari suara gemerisik piringan hitam hingga irama berkode, kota pegunungan diputar berulang-ulang.
Nuansa neon yang funky di langit yang terang, bintang-bintang terpantul di matamu.
Akar gaya lama, serangan baru. Tak ada lagi yang ditahan.
Saat hari esok terlihat seperti itu, kau akan bilang semuanya berawal dari lampu neon.