Sepasang As, Sepasang As, shhh, jangan rayakan dulu.
Bandar tersenyum, menggeser dua kartu ke seberang meja.
Aku mengangkat satu kartu as di sudut, mengangkat yang kedua, kartu as lainnya, hanya untuk satu detik.
Aku merasa tak terkalahkan, memiliki kartu awal terbaik, impian setiap pemain.
Lalu aku ingat, poker punya selera humor yang aneh,
karena setiap legenda memiliki cerita tentang kartu yang seharusnya menang.
Sepasang As, terlihat begitu indah.
Sepasang kartu As, tetap saja bisa menghancurkan hatimu.
Anda bisa memainkan kartu-kartu itu dengan sempurna, Anda bisa membaca setiap ekspresi wajah.
Dan entah bagaimana, skor 7-2 memutuskan untuk merusak harimu.
Semua ikut, semua ikut, siapa yang menelepon, siapa yang menelepon?
Satu pemain terlalu berhati-hati dalam melakukan fold, satu pemain terlalu gegabah dalam melakukan call.
Salah satu pemain menatap seolah sedang menyelesaikan soal matematika, sementara pemain lainnya makan kacang tanpa menyadari apa pun.
Kartu flop cukup aman, kartu turn terlihat lebih menjanjikan.
Aku mulai menghitung chip, sudah membayangkan kemenangan.
Lalu datanglah sungai, sunyi, satu kartu mengubah segalanya.
Itulah poker.
Tidak ada seorang pun yang berutang apa pun kepada Anda.
Bukan kartu-kartunya.
Bukan dealer.
Bukan probabilitas.
Keberuntungan tersenyum.
Lalu menghilang.
Hanya untuk menjaga agar semua orang tetap rendah hati.
Jantung berdebar, pecah, bebas, bersiap, ambil.
Jantung berdebar, pecah, bebas, bersiap, ambil.
Jantung berdebar, panggil, bersiap, panggil.
Tunjukkan kartu-kartunya.
Tunjukkan kartu-kartunya.
Tunjukkan kartunya, tunjukkan kartunya, tunjukkan kartunya.
Terkadang seorang pemula menang.
Terkadang dia adalah pria yang pendiam.
Terkadang dia adalah pemain yang paling berisik.
Pulang lebih dulu.
Terkadang orang yang paling bersenang-senang.
Dia bahkan tidak menyadarinya.
Entah mereka finis pertama atau terakhir.
Mungkin.
Merekalah pemenang sebenarnya.
Sepasang kartu As.
Hari esok tak pernah terjamin.
Sepasang kartu As.
Buka saja pintunya.
Setiap tangan membutuhkan keberanian.
Setiap gertakan.
Membutuhkan kepercayaan diri.
Setiap kekalahan.
Hal ini membuat kemenangan berikutnya terasa lebih manis.
Poker.
Poker.
Tidak pernah berakhir.
Satu tangan lagi.
Oh iya.
Oh iya.
Dealer bertanya.
Ada yang mau ikut serta?
Satu tangan terangkat.
Lalu satu lagi.
Seseorang tertawa.
Seseorang menghela napas.
Seseorang berbisik.
Aku punya firasat.
Tidak ada yang tahu.
Apa yang akan terjadi.
Tepat sekali.
Alasan kami datang.
Sepasang kartu As.
Mainkan lagu-lagu itu dengan bangga.
Sepasang kartu As.
Sepasang kartu As.
Hormati permainan ini.
Menanglah dengan anggun.
Kalah sambil tertawa.
Mari berjabat tangan.
Ceritakan kisahnya.
Pesan kopi lagi.
Kocok lagi.
Karena malam ini.
Tangan-tangan terbaik.
Tidak selalu.
Yang sedang kita pegang.
Mereka adalah teman-teman.
Duduk mengelilingi meja.
Acak.
Kesepakatan.
Mengangkat.
Senyum.
Acak.
Kesepakatan.
Mengangkat.
Senyum.
Acak.
Kesepakatan.
Mengangkat.
Senyum.