Mmmmmh
Mmmmmh
Tinta di atas batu
Lingkaran air
Napas menjadi garis
Kertas terbuka
Putih seperti kabut pagi
Menunggu
Cepat, lembut, keras, mantap
Kuas mendengarkan
Hitam menjadi langit
Goresan menjadi angin
Keheningan berbicara
Di antara dua gerakan
Seumur hidup berlalu
Dalam keheningan
Naik gunung
Naik sungai
Tulis nama leluhurmu
Dalam satu garis tenang
Naik kesedihan
Naik kesabaran
Biarkan tinta mengingat
Apa yang tidak bisa diucapkan lidah
Mmmmmh
Mmmmmh
Bambu membengkok
Tidak patah
Tangan mempelajari ini
Setiap karakter
Membawa napas
Membawa darah
Membawa waktu
Mmmmmh
Bukan dekorasi
Bukan pertunjukan
Tetapi kehadiran
Tinta bersifat sementara
Niat tidak
Naik dengan tenang
Naik dengan api
Naik dengan beban berabad-abad
Dan cahaya hari ini
Biarkan kuas bergerak
Perlahan biarkan hati bergerak
Pertama dalam setiap goresan
Kau kembali
Air mengering
Kertas beristirahat
Roh itu tetap ada
Mmmmmh
Mmmmmh
Mmmmmh
Mmmmmh
Tinta di atas batu
Lingkaran air
Napas menjadi garis
Kertas terbuka
Putih seperti kabut pagi
Menunggu
Cepat, lembut, keras, mantap
Kuas mendengarkan
Hitam menjadi langit
Goresan menjadi angin
Keheningan berbicara
Di antara dua gerakan
Seumur hidup berlalu
Dalam keheningan
Naik gunung
Naik sungai
Tulis nama leluhurmu
Dalam satu garis tenang
Naik kesedihan
Naik kesabaran
Biarkan tinta mengingat
Apa yang tidak bisa diucapkan lidah
Mmmmmh
Mmmmmh
Bambu membengkok
Tidak patah
Tangan mempelajari ini
Setiap karakter
Membawa napas
Membawa darah
Membawa waktu
Mmmmmh
Bukan dekorasi
Bukan pertunjukan
Tetapi kehadiran
Tinta bersifat sementara
Niat tidak
Naik dengan tenang
Naik dengan api
Naik dengan beban berabad-abad
Dan cahaya hari ini
Biarkan kuas bergerak
Perlahan biarkan hati bergerak
Pertama dalam setiap goresan
Kau kembali
Air mengering
Kertas beristirahat
Roh itu tetap ada
Mmmmmh
Mmmmmh