Angin malam berhembus melintasi danau yang tenang.
Pembengkakan ringan pada atap jalan yang landai
Orang yang berdiri di dalam merasa sedikit kedinginan.
Wajah yang menghadap ke langit sangatlah sakral.
Bendera-bendera musim semi berkibar dalam kegelapan.
Jantungku berdebar kencang, aku tak bisa menyebutkan namanya.
Saat tahun lama berakhir.
Tahun Baru semakin dekat.
Jam terakhir berlalu dengan sangat lambat.
Seluruh kota terpengaruh oleh kata-kata itu.
Satu dua tiga
Langit di sini menjadi cerah.
Mata air di tepi Danau Xuan Huong
Buket bunganya sangat cerah.
Dalat di malam hari dipenuhi dengan pancaran cinta yang indah.
Hujan deras tetap berlalu.
Membawa begitu banyak mimpi
Saat cahaya itu padam, kita menulis ulang puisi tersebut.
Dari taman ritme yang menawan
Tiba di pelabuhan surgawi yang suci
Hidup di tepi air, merangkul nyala api merah.
Emas dalam keheningan
Lima Belas Menit Irama Warna
Seperti mimpi warna-warna berirama.
Suara sorak sorai bergema di seluruh jalanan.
Hati manusia sejak lama memang murni.
Pegang keinginanmu di tanganmu.
Suara hari baru berlalu begitu cepat.
Saat bunga terakhir mekar
Larut ke dalam kabut yang melayang.
Mata air di tepi Danau Xuan Huong
Cahaya itu masih tersisa.
Dalat di malam yang dingin, dipenuhi dengan kehangatan rumah.
Setahun penuh mimpi membuka jalan bagi harapan.
Menaiki takhta, meninggalkan surga, sebuah mimpi yang menyenangkan.
Kita memiliki senyum yang sama.
Terima kasih untuk tahun yang telah berlalu.
Meskipun dipenuhi dengan suka dan duka
Malam ini kita akan bersama
Menyambut musim semi di tengah berbagai keajaiban
Mata air di tepi Danau Xuan Huong
Cahaya cinta abadi
Pelampung perdamaian, meskipun semua harapan masih tersisa.
Malam Tahun Baru di Da Lat
Simpanlah itu di dalam hatimu.
Tahun kuda mulai berlari menuju rumah.