Tangan terakhir.
Benar.
Tangan terakhir.
Benar.
Turnamen telah berakhir.
Pemenangnya telah diumumkan.
Hei, semuanya berdiri.
Meregangkan bahu yang lelah.
Seseorang meraih ranselnya.
Seseorang mengenakan jaket.
Seseorang mengecek waktu.
Wah, sudah tengah malam.
Lalu seseorang tersenyum, melihat sekeliling meja,
dan berkata dengan pelan,
Jadi, satu tangan lagi?
Semua orang tertawa.
Karena toh tidak ada yang menyangka akan pergi.
Tidak ada poin, tidak ada hadiah, tidak ada tekanan.
Hanya kartu ucapan, teman-teman, dan satu cerita lagi.
apa yang akan terjadi.
Satu tangan lagi.
Itulah yang selalu kami katakan.
Satu tangan lagi.
Lalu entah bagaimana, muncul permainan lain.
Satu tangan lagi.
Tidak ada yang percaya, tapi semua orang mengatakannya.
setiap hari Minggu.
Satu tangan lagi.
Satu tangan lagi.
Satu tangan lagi.