Sore hari di dataran tinggi
Sinar matahari menembus atap yang lembut
Biji kopi berdesir lembut
Aroma lembut dan harum tercium
Dalam suara gong yang jauh, ada jeda yang mengharukan. Setiap tetes cokelat yang jatuh, menceritakan kisah tentang rumah. Bukan hanya rasa pahitnya, tetapi seluruh perjalanan, dari tangan yang diam hingga impian akan tanah air sendiri. Menggema di cangkir kopi, gemerisik dedaunan bergema. Kopi yang diperoleh dengan susah payah hari ini, melestarikan jiwa lama, masih terpikat. Setiap tegukan dalam membawa jejak tangan, menghormati orang-orang yang telah berjuang keras. Di jalanan yang sepi, pagi-pagi sekali di lereng bukit, angin menerpa pepohonan. Kaki yang akrab dengan tanah merah, berjalan melewati hari-hari yang tak terhitung jumlahnya, berhenti dengan anggun di lereng gunung. Gendang berdetak seirama dengan langkah kaki yang akrab. Dari masa lalu yang jauh, hingga hari ini, begitu dekat, melestarikan hal sederhana berarti melestarikan seluruh jiwa. Dari biji kopi kecil hingga masa depan yang lebih besar, bergema di cangkir kopi, tak pernah pudar. Kopi itu memimpikan sebuah jalan, untuk merekam kisahnya, dari hutan hijau. Jauh di sana
Ke hati orang-orang di sini
Aroma dataran tinggi masih melekat
Di setiap saat
Bergema dalam secangkir kopi
Masih bergema siang dan malam
Kopi yang sulit ditemukan hari ini
Adalah sebuah pernyataan cinta hari ini
Di tengah perubahan ritme kehidupan
Tetap sama
Aroma dataran tinggi masih ada
Dalam setiap tetes yang memabukkan
Sore hari di dataran tinggi
Sinar matahari menembus atap yang lembut
Biji kopi berdesir lembut
Aroma lembut dan harum tercium
Dalam suara gong yang jauh, ada jeda yang mengharukan. Setiap tetes cokelat yang jatuh, menceritakan kisah tentang rumah. Bukan hanya rasa pahitnya, tetapi seluruh perjalanan, dari tangan yang diam hingga impian akan tanah air sendiri. Menggema di cangkir kopi, gemerisik dedaunan bergema. Kopi yang diperoleh dengan susah payah hari ini, melestarikan jiwa lama, masih terpikat. Setiap tegukan dalam membawa jejak tangan, menghormati orang-orang yang telah berjuang keras. Di jalanan yang sepi, pagi-pagi sekali di lereng bukit, angin menerpa pepohonan. Kaki yang akrab dengan tanah merah, berjalan melewati hari-hari yang tak terhitung jumlahnya, berhenti dengan anggun di lereng gunung. Gendang berdetak seirama dengan langkah kaki yang akrab. Dari masa lalu yang jauh, hingga hari ini, begitu dekat, melestarikan hal sederhana berarti melestarikan seluruh jiwa. Dari biji kopi kecil hingga masa depan yang lebih besar, bergema di cangkir kopi, tak pernah pudar. Kopi itu memimpikan sebuah jalan, untuk merekam kisahnya, dari hutan hijau. Jauh di sana
Ke hati orang-orang di sini
Aroma dataran tinggi masih melekat
Di setiap saat
Bergema dalam secangkir kopi
Masih bergema siang dan malam
Kopi yang sulit ditemukan hari ini
Adalah sebuah pernyataan cinta hari ini
Di tengah perubahan ritme kehidupan
Tetap sama
Aroma dataran tinggi masih ada
Dalam setiap tetes yang memabukkan