Warga Distrik 10 Mengubah Lahan Kosong Menjadi Kebun Komunitas yang Subur
Ruang Hijau Baru Menyatukan Warga di Pusat Đà Lạt
Sebidang tanah yang dulunya terabaikan di dekat Teater Hòa Bình di Kelurahan 10 telah diubah menjadi kebun komunitas yang ramai, berkat upaya Asosiasi Lingkungan Phường 10 dan puluhan warga yang antusias.
Kebun seluas 800 meter persegi, yang diresmikan secara resmi pada 25 Januari, memiliki bedengan yang ditinggikan tempat keluarga setempat dapat menanam sayuran, rempah-rempah, dan bunga. Proyek ini mewakili tren yang berkembang di Đà Lạt menuju pertanian perkotaan yang dipimpin komunitas dan revitalisasi lingkungan.
"Kami ingin menciptakan ruang di mana warga dapat berkumpul, berbagi pengetahuan, dan menanam hasil bumi segar," kata Nguyễn Thị Minh Châu, ketua Asosiasi Lingkungan Kelurahan 10. "Đà Lạt terkenal dengan bunga dan sayurannya, tetapi banyak warga yang tinggal di apartemen tidak memiliki ruang untuk berkebun."
Dari Lahan Terbengkalai Menjadi Pusat Komunitas
Lahan tersebut, yang dimiliki oleh kota dan sebelumnya digunakan sebagai tempat parkir informal, diberikan kepada asosiasi dengan perjanjian sewa lima tahun yang dapat diperpanjang. Lebih dari 45 rumah tangga telah mendaftar untuk mendapatkan lahan kebun, masing-masing berukuran sekitar 15 meter persegi.
Para sukarelawan menghabiskan tiga minggu untuk mempersiapkan lokasi, memasang sistem irigasi tetes yang disumbangkan oleh pemasok pertanian lokal, dan membangun bedengan kayu dari palet bekas. Departemen Pertanian dan Pembangunan Pedesaan kota memberikan bimbingan teknis dan bibit untuk tanaman musim dingin seperti selada, kubis, dan rempah-rempah.
Trần Văn Hùng, seorang pensiunan berusia 62 tahun yang membantu mengkoordinasikan kebun, menjelaskan sistem alokasinya: "Prioritas diberikan kepada warga lanjut usia dan keluarga dengan anak-anak. Kami mengenakan biaya sebesar 100.000 VND per tahun untuk menutupi biaya air dan pemeliharaan."
Membangun Koneksi Sosial
Selain hasil panen segar, penyelenggara menekankan manfaat sosial dari kebun tersebut. Pertemuan mingguan setiap Sabtu pagi menyatukan warga dari berbagai generasi untuk berbagi kiat berkebun, bertukar bibit, dan membangun ikatan komunitas.
"Anak-anak saya senang datang ke sini sepulang sekolah," kata Lê Thị Phương, seorang ibu dari dua anak yang tinggal di Jalan Trần Quốc Toản. "Mereka belajar dari mana makanan berasal dan bertemu tetangga yang belum pernah kami kenal sebelumnya."
Kebun ini juga menarik perhatian dari lingkungan lain. Perwakilan dari Lingkungan 7 dan Lingkungan 4 berkunjung minggu lalu untuk mempelajari cara mereplikasi model ini di lingkungan mereka.
Ketua Châu berharap untuk memperluas program ini: "Jika ini berhasil, kami ingin menambahkan area pengomposan kecil dan mungkin beberapa pohon buah di sepanjang perimeter. Ini baru permulaan."